contoh kalimat the god delusion
- Many books have been written in response to The God Delusion.
Berbagai buku ditulis oleh teis untuk menanggapi The God Delusion. - He wrote The God Delusion, criticizing belief in the divine, in 2006.
Dia menulis The God Delusion mengkritik kepercayaan pada Tuhan (s) pada tahun 2006. - Lennox and Dawkins had a discussion in April 2008 at Trinity College, Oxford to expand upon topics left undeveloped during The God Delusion Debate.
Profesor Lennox dan Dawkins mengadakan diskusi lanjutan pada bulan April 2008 di Trinity College, Oxford untuk mengembangkan topik yang tidak sempat dibahas dalam "The God Delusion Debate". - On 3 October 2007, Lennox debated Richard Dawkins at the University of Alabama at Birmingham in Birmingham, Alabama on Dawkins's views expressed in his book, The God Delusion.
Pada tanggal 3 Oktober 2007, Lennox berdebat dengan Richard Dawkins di University of Alabama at Birmingham, kota Birmingham, Alabama mengenai pandangan Dawkins yang dimuat dalam buku karangannya, The God Delusion. - Richard Dawkins, another critic of intelligent design, argues in The God Delusion (2006) that allowing for an intelligent designer to account for unlikely complexity only postpones the problem, as such a designer would need to be at least as complex.
Richard Dawkins, kritikus perancangan cerdas, berargumen dalam bukunya, The God Delusion, bahwa dengan mengizinkan seorang perancang yang cerdas bertanggung jawab terhadap suatu kompleksitas yang tidak memungkinkan hanya menunda permasalahan itu sendiri. - This argument… demonstrates that God, though not technically disprovable, is very very improbable indeed. — Richard Dawkins, The God Delusion Dawkins considered the argument from improbability to be "much more powerful" than the teleological argument, or argument from design, although he sometimes implies the terms are used interchangeably.
Argumen ini… menunjukkan bahwa Tuhan, walaupun secara teknis tidak dapat dibuktikan ketidakberadaannya, sangat sangat tidak mungkin ada. — Richard Dawkins, The God Delusion Dawkins menganggap argumen dari ketidakmungkinan menjadi "lebih kuat" daripada argumen teleologis, atau argumen dari perancangan, meskipun kadang-kadang ia menyiratkan istilah-istilah tsb. digunakan secara bergantian.